Sumber: Frensidy, Budi. 2010. Matematika Keuangan, Edisi 3 (Revisi). Salemba Empat: Jakarta.
Once upon a time,,
ketika era harga bakso masih Rp500 sesuai lagu anak-anak: "...1 Mangkok saja, 500 perak ...". Saat itu, masih terdapat beberapa pilihan untuk sebuah undian berhadiah, misalnya terima Rp50.000.000 hari ini sekali saja, atau terima Rp 1.000.000 setiap tiga bulan seumur hidup. Jika Anda adalah yang beruntung, mana yang akan Anda pilih saat itu?
Untuk menentukan hadiah mana yang sebaiknya dipilih, Anda membutuhkan pemahaman mengenai konsep anuitas. Pada dasarnya, yang harus dilakukan dalam kasus ini adalah menghitung nilai sekarang (present value) dari hadiah kedua yaitu Rp1.000.000 setiap tiga bulan seumur hidup dan membandingkannya dengan Rp50.000.000 hari ini. Karena Anda akan menerima, pasti jumlah yang lebih besar yang akan Anda pilih. Ingat bahwa asumsi manusia adalah makhluk yang rasional selalu ada dalam matematika keuangan walaupun tidak dinyatakan secara eksplisit.
DEFINISI ANUITAS
Anuitas (annuity) adalah suatu rangkaian pembayaran atau penerimaan sejumlah uang umumnya sama besar, dengan periode waktu yang sama untuk setiap pembayaran. Contohnya pembayaran bunga pinjaman, bunga deposito, bunga obligasi, cicilan kredit rumah, cicilan kredit motor dan mobil.
Anuitas dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) Anuitas biasa (ordinary annuity) yaitu jika pembayaran dilakukan setiap akhir periode (mulai satu periode mendatang)
2) Anuitas di muka (annuity due) yaitu jika pembayaran dilakukan setiap awal periode (pembayaran mulai hari ini)
3) Anuitas ditunda (deferred annuity) yaitu jika pembayaran dilakukan setelah beberapa periode.
Saya mencoba menjelaskan:
dari tiga di atas, yang membedakan adalah kapan waktu pembayaran cicilan pertama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar