Senin, 28 September 2020

Dampak Masif Korupsi

 Sumber: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. 2018. Pendidikan Antikorupsi Untuk Perguruan Tinggi. Kemeristekdikti: Jakarta.

Korupsi merupakan bentuk kejahatan yang sulit untuk diberantas, karena korban korupsi seringkali tidak merasa bahwa dia merupakan korban dari kejahatan ini. sebagai contoh, ketika alat kesehatan dikorupsi, kita tidak bisa menunjuk nama-nama siapa saja yang akan menjadi korban, namun dipastikan suatu saat akan ada yang menjadi korban akan ketiadaan alat kesehatan yang seharusnya ada tersebut.

Beberapa studi komprehensif, seperti Mauro (1995), yang mengatakan bahwa korupsi memperlemah investasi dan pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya Tanzi dan Davoodi (1997) yang menyatakan bahwa korupsi mengakibatkan penurunan tingkat produktivitas yang dapat diukur melalui berbagai indikator fisik, seperti kualitas jalan raya.

Korupsi tidak hanya berdampak dalam satu aspek kehidupan saja, tetapi juga menimbulkan efek domino yang meluas terhadap eksistensi bangsa dan negara. Meluasnya praktik korupsi di suatu negara akan memperburuk ekonomi bangsa, harga barang akan menjadi mahal dengan kualitas yang buruk, akses rakyat terhadap pendidikan dan kesehatan menjadi sulit, keamanan suatu negara terancam, lingkungan hidup yang rusak, citra pemerintahan yang buruk di mata internasional, berkurangnya kepercayaan pemilik modal asing, krisis ekonomi yang berkepanjangan dan negara akan terperosok dalam kemiskinan.

David Peck - The price of corruption is poverty

A. Dampak Korupsi

1. Dampak Ekonomi

Korupsi memiliki berbagai efek penghancuran yang hebat (an enermous destruction effects).

Hasil dari dampak ekonomi yang akan terjadi adalah:

a. Lesunya pertumbuhan ekonomi dan investasi

b. Penurunan produktivitas

c. Rendahnya kualitas barang dan jasa bagi publik

d. Menurunnya pendapatan negara dari sektor pajak

e. Meningkatnya hutang negara


2. Dampak Sosial dan Kemiskinan Masyarakat

a. Mahalnya harga jasa dan pelayanan publik

b. Pengentasan kemiskinan berjalan lambat

c. Terbatasnya akses bagi masyarakat miskin

d. Meningkatnya angka kriminalitas

e. Solidaritas sosial semakin langka dan demoralisasi


3. Runtuhnya otoritas pemerintah

a. Matinya etika sosial politik

b. Tidak efektifnya peraturan dan perundang-undangan

c. Birokrasi tidak efisien


4. Dampak terhadap politik dan demokrasi

a. Munculnya kepemimpinan korup

b. Hilangnya kepercayaan publik pada pemerintah

c. Menguatnya Plutokrasi

d. Hancurnya kedaulatan rakyat


5. Dampak terhadap penegakan hukum

a. Fungsi pemerintahan mandul

b. Hilangnya kepercayaan rakyat terhadap lembaga negara


6. Dampak terhadap pertahanan dan keamanan

a. Kerawanan Hankamnas karena lemahnya Alutsista dan SDM

b. Lemahnya garis batas negara

c. Menguatnya sisi kekerasan dalam masyarakat


7. Dampak kerusakan lingkungan

a. Menurunnya kualitas lingkungan

b. Menurunnya kualitas hidup manusia


8. Dampak terhadap ketahanan budaya dan religiusitas

a. Rusaknya cara berpikir logis

b. Memudarnya nilai budaya

c. Bergesernya religiusitas masyarakat


B. Era digital dan dampaknya pada penanggulangan korupsi

a. Meningkatnya kualitas kejahatan korupsi

b. Permisifme akibat paparan informasi

c. Hoax tantangan pemberantasan orupsi

d. era digital dan peluang pada upaya pemberantasan korupsi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peran Auditor dalam Mendeteksi Fraud

 Sumber: dari berbagai bahan bacaan baik buku, dan online Definisi FRAUD IAPI (2013) mendefinisikan fraud atau kecurangan adalah suatu tind...